Langsung ke konten utama

[Praktikum Bahan Bangunan Laut] Pekan ke-6 : Uji Tarik Baja

Topik kita kali ini yaitu melakukan uji tarik baja.Berikut rincian kegiatan di lab :
Tujuan:
  • Menentukan hubungan tegangan dan regangan
  • Menentukan tegangan leleh baja
  • Menentukan tegangan tarik baja
  • Menentukan perpanjangan dan pengurangan luas area penampang
  • Menentukan modulus elastis baja
  • Menentukan tegangan runtuh baja
Alat dan Bahan:
Alat:
  • Jangka sorong, untuk mengukur diameter penampang
  • Uji Universal Testing Machine (UTM), berfungsi untuk memberi dan mengontrol laju pembebanan
  • LVDT, untuk mencatat defleksi/perpanjangan
  • Load Cell, untuk mengubah beban UTM dari analog menjadi digital
  • Data Logger, untuk alat pencatat data dari Load Cell dan LVDT
  • Strain Gauge, untuk mengukur regangan
Prosedur Percobaan:
a. Persiapkan benda uji
  • Beri nomer/nama setiap benda uji
  • Ukur diameter dan panjang dari masing-masing benda uji
b. Persiapkan alat
  • Cek semua alat yang akan digunakan
  • Lakukan kalibrasi alat
c. Pemasangan benda uji ke mesin UTM (sumbu alat penjepit harus berhimpit dengan sumbu benda uji) dan pemasangan alat ukur
d. Pelaksanaan pengujian
  • Tarik benda uji dengan pertambahan beban yang konstan sampai benda uji putus.  Catat dan amatilah besarnya perpanjangan yang terjadi setiap penambahan beban.
  • Amati secara visual perilaku benda uji.
  • Setelah putus, ukur diameter penampang pada daerah putus dan ukurlah panjang akhir dari benda uji.
Hasil Percobaan:
Setelah melakukan uji kuat tekan,berikut ini data-data seluruh kelompok yang kami gabungkan berdasarkan benda uji masing-masing.
Tabel data uji baja :


Selain mendapatkan data ,kami juga melakukan ploting grafik kurva tegangan-regangan baja.
Berikut kurva tegangan yang didapatkan saat praktikum :






Komentar

Postingan populer dari blog ini

[JENIS OFFSHORE PLATFORM BERDASARKAN KONSTRUKSINYA] Struktur terpancang pada dasar laut (Fixed Platform) Pada konstruksi terpancang, beban vertikal, horizontal dan moment dapat ditransformasikan oleh konstruksi kaki melalui pondasi ke dasar laut Contoh : jacket steel platform, gravity platform, monopod, tripod, dll Struktur terapung (Floating Platform) CONTOH : semi-submersible, jack-up platform, drilling ship, barge, dll Gerakan struktur diatas air relatif lebih besar (kecuali Jack-up) dibanding Fixed Plat. Kaki-kaki Jack-up tidak terpancang permanen di dasar laut tapi dapat naik-turun. Struktur terapung dilengkapi fasilitas penambatan (MOORING), dengan sistem: 1. Catenary Mooring – (jangkar, rantai atau wire ropes) – (jumlah mooring line antara 4 ~ 24 buah) – (karakteritik dipengaruhi beban statis dan dinamis) 2. Dynamic Positioning (motion response control, thruster) (Untuk laut dalam dan lokasi kerja rawan) FUNGSI :   – Anjungan Pengeboran (dr...
[ANALISIS MATERIAL KONSTRUKSI LABTEK VI ITB] Labtek VI adalah salah satu gedung yang berada di tengah ITB. Gedung tersebut adalah gedung tempat mahasiswa teknik kelatuan belajar. Saya mencoba menganalisa material-material penyusun keempat gedung tersebut Labtek VI Dilihat dari bangunannya, menurut saya gedung ini tersusun dari  60% beton bertulang, 25% bata, dan 15% baja ringan. Berikut saya paparkan mengenai cara pembuatan dari material-material tersebut, yaitu bata dan baja ringan. 1. Baja Ringan Secara umum cuma dikenal pembentukan baja dengan metode  hot rolled  atau diistilahkan  canai panas.   Di dalam proses ini biasanya balok baja dipanaskan dalam suhu tinggi kemudian melalui serangkaian rol baja akan dibentuk menjadi sesuai keinginan, misalnya baja profil IWF, H-Beam, dll. Untuk baja tipis atau baja ringan, proses yang dikenakan dikenal den...